Demi Hukum, Manajemen Garuda Indonesia Harus Berunding Dengan Sekarga Terkait Wacana Pemecatan Massal

by -637 views

Tomy Tampatty Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia (foto/ist)

Pacificnews.id-.Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) angkat suara terkait adanya berita Manajemen Garuda akan melakukan PHK massal.

Menurut Tomy Tampatty selaku Ketua Sekarga, bahwa sampai saat ini manajemen Garuda Indonesia belum pernah mengkomunikasikan rencana tersebut dengan Sekarga.

“Bahwa kalau memang ada wacana seperti itu maka seharusnya demi hukum Manajemen Garuda wajib merundingkan dan membicarakan semua hal yang berkaitan dengan Hubungan Industrial dengan kami Pengurus Sekarga,” ujar Tampatty, Selasa (1/2/2022).

Dirinya menyebut, sejak adanya Covid 19 sesungguhnya Karyawan Darat ( Non Crew ) sudah banyak yang di PHK oleh Manajemen melalui Program Pensiun Dini/PENDI 1, PENDI 2.

Baca juga:  Menuju Pilkada Sulut 2024, Siapa Jegal Siapa?

“Dan sampai saat ini ada kurang lebih 1000 Karyawan Darat (Non Crew) yang sudah di PHK,” ungkapnya.

Berkurangnya Karyawan Darat tersebut dampaknya sangat luar biasa memberikan kontribusi yang signifikan dan sangat tinggi dalam hal efisiensi biaya.

Untuk sekarang ini sesengguhnya jumlah Karyawan Darat (Non Crew) sudah sangat ideal jumlahnya dengan rencana bisnis Garuda kedepan yang akan mengurangi jumlah Armada Pesawat.

“Kami Pengurus Sekarga akan siap 24 jam untuk mengawal hal ini. Dan kami akan tetap mengingatkan BoD Garuda untuk melakukan efisiensi di beberapa Pos Biaya yang masih bisa dilakukan efisiensi. Namun sampai saat ini pos tersebut belum dilakukan evaluasi,” tutup Tampatty yang juga ditunjuk sebagai Ketua Khusus Pengawalan Kelangsungan Perusahaan dan Hak Karyawan Serikat Karyawan Garuda Indonesia( SEKARGA).
(Tim Pacificnews.id)

Baca juga:  Bongkar Dugaan Korupsi di Garuda, SEKARGA Serahkan Surat Permintaan Audit Forensik ke BPK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.