Kabupaten dan Kota se-Sulut Diminta Fokus Turunkan Angka Kemiskinan

by -923 views

Manado,Pacificnews.id-.Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengingatkan kabupaten/kota untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem yang masih membayang-membayangi.

Hal ini ditegaskan Wagub Kandouw ketika membuka Rakorev Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi Sulut, Kabupaten/Kota dan Lintas Sektor, di Hotel Luwansa Manado, Kamis (8/6/2023).

Menurut Wagub, dari data kemiskinan ekstrem yang tinggi itu ada di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kota Manado,  Kotamobagu dan Minahasa. Sementara rendah itu Boltim dan Kota Tomohon.

Menurut Wagub Kandouw, kadangkala kita pemangku kepentingan suka terabaikan masalah ini. Karena hanya mementingkan belanja modal.

Baca juga:  ODSK Disambut Hangat Saat Hadiri Pengucapan Syukur di Minahasa Selatan

“Padahal esensi dan subtansi pembangunan nomor satu menghilangkan kemiskinan apalagi kemiskinan ekstrem. Karena pembangunan arahnya harus pengentasan kemiskinan,” tegas Wagub.

Wagub juga mengingatkan, masih ada dua tahun lagi kita bekerja untuk mengentaskan kemiskinan. “Usul saya pulang dari sini lakukan pendataan by name, by address dan by phone. Lakukan identifikasi dan penitrasi langsung lewat support sembako sampai penetapan APBD Perubahan. Supaya tahun 2024 relatif bersih tidak ada kemiskinan ekstrem. China saja memiliki penduduk 1,4 miliar kemiskinan ekstrem zero,” ungkap Wagub.

Karena itu, Wagub meminta Bapeda dan sekretaris daerah dalam menyusun anggaran harus ada benang merah dengan pengentasan kemiskinan. “Karena tanggung jawab pengentasan kemiskinan bukan cuma Dinas Sosial tetapi semua SKPD bisa diberikan tugas untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem,” ucap Wagub.

Baca juga:  Hadiri Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi, Rita Tamuntuan Berharap Kegiatan Seperti Ini Terus Dilaksanakan

Contohnya saja penanganan stunting kata Wagub, Dinas Kesehatan harus memberikan pelayanan dengan baik, jika panjang anak mengarah ke stunting harus secepatnya diberikan makanan tambahan atau asupan gizi yang berlebih.

“Kalau sanitisasi kurang baik dibantu, kalau rumahnya tidak layak dibantu. Saya rasa kemiskinan ini bisa kita atasi jika bersama-sama melakukan ini,” ujar Wagub.

Wagub juga mengapresiasi acara koordinasi seperti ini. Karena perlu dilakukan supaya kita bisa saling mengingatkan pemangku kepentingan. “Kalau sudah on the track lanjutkan sampai kemiskinan ekstrem zero,” pungkasnya.

Baca juga:  Setiap Tiga Bulan, Kinerja Non-ASN/THL Pemprov Sulut Dievaluasi

Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati se-Provinsi Sulut, Asisten I Sekprov Sulut Denny Mangala dan Sekretaris Daerah se-Provinsi Sulut.
(***/stvn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.