Kepala Panwascam Dimembe Minut Bantah Sadap Hp Milik Stafnya: Ada Bukti dan Saksi

by -1,219 views

Kantor Panwascam Dimembe

Pacificnews.id-.Terkait informasi adanya dugaan Penyadapan Telepon Seluler/Handphone (Hp) milik kedua oknum staf di Sekretariat Panwascam Dimembe Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yakni, DM alias Dian dan LN alias Leonard, sebagaimana seperti yang disebutkan dalam sejumlah pemberitaan di media sebelumnya, itu dibantah secara tegas dan terang benderang oleh salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial HK alias Hertje yang juga merupakan Kepala Sekretariat Panwascam Dimembe Kabupaten Minut.

Dikonfirmasikan wartawan pada Rabu 13 Maret 2024 tadi malam, yang bersangkutan (Hertje) pun selain membantah tudingan penyadapan Hp yang dilakukan dirinya, juga telah menyiapkan bukti-bukti (baik gambar maupun video) atas kronologi kejadian disertai saksi mata dalam menguatkan kebenaran bantahannya, karena apa yang telah ditudingkan kepada dirinya itu tidaklah benar adanya.

Baca juga:  Minut Masuk 6 Kabupaten Pilot Project GOLD-ISMIA

“Soal status (story) di WA (WhatsApp), itu tidak tertulis atau tercantum nama oknumnya siapa yang chatting atau ditujukan ke siapa. Tapi anehnya, kenapa mereka berdua (LN dan DM) langsung menuduh saya melakukan penyadapan bahkan langsung melaporkan ke pihak kepolisian, yang kemudian memberitakan lewat media dan mempublis nama dan jabatan saya? Sontak saya kaget saat membaca beritanya pada keesokan harinya (Selasa, 12/3), yang karena saya sibuk dengan tugas dan pekerjaan, makanya saya tidak fokus soal pemberitaan tersebut karena juga saya merasa tidak perlu menanggapi tudingan mereka sebab, memang tidak benar seperti itu,” terang Hertje.

Baca juga:  Kukuhkan Pengurus JIPS Periode 2023-2025, Steven Kandouw: Harapan Saya Jadi Pilar di Provinsi Sulut

Adapun hingga sekarang ini lanjut Hertje, dirinya pun masih fokus menyelesaikan tugas pekerjaan dikantornya. Namun, di satu sisi juga sangat menyayangkan adanya tindakan dari kedua oknum staf tersebut, karena seharusnya dirinya lah yang menjadi korban dan merasa dirugikan atas adanya tudingan yang tak berdasar tersebut.

“Saya ada bukti-bukti dan saksi. Sempat ada video lagi pada saat menggunakan laptop kantor untuk bekerja. Nah, saat saya mulai kerja dan ingin menggunakan aplikasi WhatsappWeb dalam laptop itu karena mau (menyambungkan) menyalin sebagian data pekerjaan dari Hp saya ke laptop, tanpa disengaja dalam WhatsappWeb itu terlihat ada chatting-an kedua oknum staf (DM dan LN) yang disitu telah menyebut-nyebut nama saya termasuk hal yang tidak baik. Seperti itulah jelasnya, jadi saya tidak lakukan penyadapan seperti yang dituduhkan kedua oknum tersebut,” jelasnya lagi.
(Redaksi)

Baca juga:  Ikuti Perayaan Natal KKPGA se-GMIM, Olly Dondokambey Serahkan Bantuan Pakan Ikan

No More Posts Available.

No more pages to load.