Olly Dondokambey Senang Conch Dapat Berinvestasi di Sulut

by -1,087 views

 

 

Cina,Pacificnews.id-.Komitmen Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey membangun Sulut patut diapresiasi.

Ketika bertemu dengan Direktur Utama Grup Conch Yang Jun di Anhui China, Senin (8/5/2023), Gubernur Olly melobi agar Grup Conch berinvestasi di Sulut.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, salah satunya terkait ajakan Gubernur Olly kepada pihak Conch agar mau berinvestasi pada proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Sulut.

Olly mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin selama ini. Ia mengatakan kunjungan ke China sekaligus melihat teknologi dan infrastruktur yang belum ada di Sulut.

“Senang Conch dapat berinvestasi di Indonesia lebih khusus di Sulawesi Utara. Sehingga Industri di Sulawesi Utara dapat bertumbuh lebih cepat,” katanya.

“Saat ini Sulut sedang mempersiapkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Semoga Conch mau berinvestasi pada proyek PSEL di Sulawesi Utara. Salah satunya karena dari sisi jarak Sulawesi Utara lebih dekat ke China bila dibandingkan dengan Jakarta,” lanjut Olly.

Olly menerangkan bahwa di sekitar lokasi pabrik Conch saat ini di Bolmong banyak sekali sekam padi atau kayu-kayu sisa yang bisa menjadi alternatif batubara karena daerah Bolmong adalah lumbung beras.

Baca juga:  Hadiri Wisuda 954 Mahasiswa Unsrat, Olly Dondokambey: Perbedaan Inilah yang Merangkai Kita Semua

“Pemerintah Provinsi Sulut dapat menyiapkan lahan untuk menanam kayu/bambu untuk bahan bakar,” terangnya.

Terkait pariwisata di Sulut, Olly meminta dukungan dari pimpinan Conch agar mengajak karyawan conch untuk berwisata ke Sulut.

“Wisata Sulut tidak kalah dengan Bali. Budaya di Manado tidak jauh berbeda dengan budaya di China. Karena kalau melihat sejarah orang Manado keturunannya dari China,” ungkapnya.

Lebih jauh, Olly juga membeberkan banyaknya peluang investasi yang bisa dimanfaatkan oleh Conch di Sulut sebagai bagian dari OBOR serta melobi dukungan pihak Conch agar kerjasama sister province yaitu Provinsi Anhui dan Provinsi Sulut dapat segera terwujud.

Dirut Grup Conch Yang Jun menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sulut atas dukungan operasional pabrik Conch di Sulut berjalan lancar.

“Terima kasih karena operasional pabrik di Sulut sangat lancar. Indonesia adalah investasi pertama di luar China, terutama Sulawesi utara, sebagai pabrik paling berhasil, yang juga sebagai salah satu destinasi kebijakan OBOR (One Belt One Road),” katanya.

Baca juga:  Harga Rp189 Jutaan, Mitsubishi Expander Mirip Pajero Sport

“Harapan yang tinggi supaya investasi ini dapat memberikan keuntungan keuntungan bagi kedua belah pihak,” lanjut Yang Jun.

Menurut Dirut Conch, sesuai arahan pemerintah pusat (Cina), investasi utama adalah industri semen kemudian akan didiversifikasikan ke industri yang lain seperti pipa PVC, pintu jendela, kaca dengan teknologi terbaru, tambang yang digerakkan dengan robot, dan industri yg digerakkan dengan robot lainnya.

“Untuk itu dimohonkan dukungan investasi Conch di Indonesia,” pintanya.

Yang Jun juga menyebut di Cina, teknologi pengolahan sampah sedang dikembangkan untuk mengganti batubara sebagai sumber energi.

“Belakangan ini harga batubara terus naik. Untuk itu saat ini sedang diganti alternatif sumber energi salah satunya dari pengolahan sampah. Jika ini berhasil maka teknologi ini dapat dibawa ke Indonesia,” paparnya.

Tambah dia, selain sampah bisa juga benda tak terpakai lainnya seperti sekam padi dan kayu yang nantinya bisa dibeli dari masyarakat sebagai tambahan pemasukan untuk menjadi bahan bakar.

“Contohnya pabrik di kamboja, Laos. Faktor kunci adalah lokasinya dekat dengan pabrik. Batang-batang padi setelah panen padi
daripada dibakar jadi polusi lebih baik dijadikan bahan bakar,” tandas Yang Jun.

Baca juga:  Praseno Hadi Dilantik Sebagai Fungsional Auditor Ahli Utama

Diketahui, saat ini sisa hasil PLTU (limbah berbahaya) dibakar di pabrik semen sehingga pabrik semen bukan hanya menghasilkan semen tetapi berfungsi sebagai filter
kota untuk pengolahan limbah/sampah.

Conch saat ini sedang melakukan penelitian bambu sebagai bahan bakar. Jika ini terwujud akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Jika ini berhasil akan diterapkan di Sulut.

Terkait pariwisata di Sulut, Dirut Conch menyarankan perlunya promosi destinasi wisata yang ada di Sulut, katanya Conch akan bekerja sama dengan stakeholder
pariwisata di China untuk mempromosikan destinasi wisata di Sulut terutama
kepada para karyawan Conch.

Tak hanya itu, Yang Jun juga memastikan percepatan realisasi usulan kerjasama sister province Anhui-Sulut karena didukung
sudah ada investasi di Sulut.

“Ke depan diharapkan lebih banyak lagi pejabat Indonesia yang berkunjung ke Cina untuk menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Pemerintah Cina, melihat langsung apa yang bisa dikerjasamakan antar negara. China sangat terbuka apalagi dengan adanya kebijakan OBOR banyak peluang kerjasama yang dapat dilakukan,” pungkasnya.
(***/stvn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.