Steven Kandouw Harap Kabupaten dan Kota se-Sulut Komitmen Terkait KUR

by -1,370 views

Manado,Pacificnews.id-.Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menghadiri kegiatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI KUR FESTIVAL dan UMKM  “Goes to Capital Market”, di salah pusat perbelanjaan ternama di Kota Manado, Rabu28/9/2022.
Terkait dengan KUR UMKM, Kandouw mengingatkan tiga hal penting yakni, komitmen, meanseat dan penyaluran.

“Perlu digarisbawahi, komitmen KUR kepada pemerintah kabupaten/kota. Jangan merasa ada di zona nyaman. Kedua meanseat. Harus dirubah, Jangan menganggap ini BLT. Ketiga, penyaluran. Harus komit, persyaratanya tidak ada kompromi. Tapi paling tidak seluruh stakehoulder dilibatkan. KUR UMKM kalau bisa dilibatkan tokoh agama untuk merekomendasi.
Masyarakat di Sulut religinya kuat. Kalau kita libatkan ini saya yakin aman,” tegas Kandouw.

Baca juga:  Hingga Awal Januari 2021 Pemprov Sulut Terus Lakukan Mutasi Pejabat

Kandouw juga menyempatkan diri mengunjungi stand-stand UMKM, dan mengepresiasi pemerintah pusat yang telah melaksanakan KUR Festival dan UMKM.
“Apresiasi bagi Kemenko Perekonomian yang telah membantu, perusahan dan berikthiar agar UMKM Sulut makin lebih kuat,” ungkap Kandouw.

Kandouw membeber, Produk Domestik Regional Bruto (PDBR) Sulut 65% disumbangkan sektor pertanian dan perikanan. Lokal wisdom saling kait-mengait, menjadikan ekonomi Sulut tetap survive meski dilanda pandemi Covid-19.
“Benang merahnya dengan pelaku ekonomi UMKM. Kami sangat berterima kasih, hari ini dicanangkan upaya kita meningkatkan KUR untuk UMKM di Sulut,” ungkapnya lagi.

Baca juga:  Steven Kandouw Lantik 118 Anggota AIPI Manado

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian RI Iskandar Simorangkir mengatakan pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi UMKM.
“UMKM menyumbang 61% pertumbuhan ekonomi. Kita bisa mendorong PE lewat UMKM. Karena kita selenggarakan KUR Festival dan UMKM Goes to Capital Market,” beber Iskandar Simorangkir.
Menurutnya, UMKM mengalami kesulitas saat pandemi Covid-19. “Kenapa ini penting, banyak usaha yang mengalami kesulitan saat covid. Pemerintah harus hadir saat UMKM mengalami masalah,” ungkapnya.
Lanjut Simorangkir, Sulawesi Utara sebagai benteng pertahanan ekonomi dari timur. Sehingga potensi itu harus diberdayakan. “Siapa yang diselematkan pertama pasca covid, yakni UMKM,” jelas Simorangkir.
Simorangkir menambahkan, relaksasi kebijakan KUR pada masa Covid-19 guna mendorong percepatan ekonomi melalui UMKM. Perubahan kebijakan KUR untuk memperluas dan meningkatkan penyaluran KUR.
Adapun kegiatan ini bersamaan dengan penyaluran KUR secara simbolis kepada 9 debitur. Masing-masing debitur BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, Bank Syariah Indonesia, BCA, NATIONAL NOBU, Sinarmas KUR dan Pegadaian Syariah.
Pada kesempatan itu juga, Wagub Steven Kandouw bersama Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian RI Iskandar Simorangkir menyaksikan langsung pendandatanganan akad KUR.
(***/stvn)

Baca juga:  Angkat Potensi Pariwisata Sulut, OD-SK Dukung Penuh Minahasa Wakefest 2023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.